Tanpa program, HP-mu cuma kaca dan logam mahal. Hari ini kamu belajar menyusun perintah yang bikin HP nurut — dan semuanya dimulai dari kertas & papan, bukan keyboard.
* pseudocode = langkah ditulis mirip bahasa manusia · flowchart = alur digambar pakai simbol baku.
Koding bukan hafal sintaks — tapi berpikir urut dulu, baru menulis.
Semua latihan inti di kertas & papan. Kode di slide nanti cukup dibedah bersama — ketiknya baru di Sesi 03.
Barisan ke-1 dari 17 — 6% perjalanan, dan semua mulai dari sini.
Dua sesi pertama kita habiskan di kertas — bukan karena tunda-tunda, tapi karena peta dulu, baru jalan.
Yang terbiasa berpikir alur di kertas, nanti mengetik kode jauh lebih tenang — itu janji Sesi 03.
Program = urutan instruksi yang dijalankan komputer.
Pemrograman = aktivitas menulis instruksi itu agar komputer mengerjakan tugas untuk kita.
Analoginya resep masakan: komputer itu koki yang patuh tapi buta — dia kerja PERSIS seperti yang tertulis, tanpa mikir "kok garamnya dulu?"
ATM, game HP, filter medsos, absen sidik jari — semuanya program yang dulu dirancang di kertas seperti hari ini.
Bodi fisik yang bisa disentuh
Layar, kamera, chip, RAM, keyboard — tanpa instruksi, diam saja.
Instruksi yang tidak bisa disentuh
Aplikasi chat, game, sistem operasi — yang menyuruh hardware bergerak.
Tanpa software, HP cuma kaca dan logam mahal. Software itulah yang kamu buat nanti — mulai dari kertas hari ini.
| Tingkatan | Bentuknya | Siapa paham? |
|---|---|---|
| Mesin (low) | 01001000 01101000... | Komputer saja — cepat tapi tidak ramah |
| Assembly | MOV A, 5 | Dekat mesin — masih susah dibaca |
| High-level | print("Halo") | Manusia gampang baca — ada penerjemah |
Analogi: menyuruh balita butuh kalimat pendek-pendek yang sangat spesifik (mesin); menyuruh teman sekelas cukup "tolong matikan lampu" (high-level).
Python = ketik, jalan, kelihatan. Sederhana — makanya cocok hari pertama.
Alasan lengkap Python untuk kelas kita: sintaks mirip English, interpreter langsung jalan, dan pesan error-nya ramah — ketiga hal itu akan kamu rasakan sendiri mulai Sesi 03.
Algoritma = deret langkah jelas & berurut untuk menyelesaikan masalah. Layak disebut bagus kalau lulus 5 ciri:
Resep koki YouTube yang bilang "beri bumbu secukupnya" — itu bukan algoritma, itu tebak-tebakan. Komputer nggak bisa menebak.
Tukar urutan "panaskan wajan" & "tuang minyak" — masih jadi nasi goreng? Persis ini yang kita uji di Tugas 1.
Waktu: 10 menit. Nanti kita sabotase bersama: dua langkah di papan ditukar — lihat apa yang terjadi.
# Program sapaan - algoritma jadi bahasa Python
# (langkah 2) data yang dipakai program:
nama = "Budi"
# (langkah 3) proses - merangkai kalimat:
pesan = "Halo " + nama
# (langkah 4) output - tampilkan ke layar:
print("Halo, St. John!")
print(pesan)
nama = "Budi"+print() menyuruh komputer bicaraKalau baris pesan = "Halo " + nama dinaikkan di atas nama = "Budi" — programnya protes atau jalan? Jelaskan kenapa!
Terminator
Mulai / Selesai — buka & tutup
Proses
Hitung / olah data
Belah ketupat
Keputusan — bercabang Ya/Tidak
Input / Output
Baca data & tampilkan hasil
Flowchart = peta, kode = jalanannya. Orang ke tempat baru buka peta dulu — bukan asal injak gas.
"Mulai, lalu tanya... kalau Ya... kalau Tidak... Selesai." — baca flowchart dengan suara seperti itu, kamu sudah membedahnya.
Jajar genjang = input · Belah ketupat = keputusan · Dua cabang, keduanya pulang ke Selesai
Waktu: 10 menit. Kesalahan urutan yang ketemu di kertas itu alarm bunyi lebih awal — jauh lebih murah daripada ketemu di dalam kode.
4 simbol hari ini: oval, persegi, jajar genjang, belah ketupat + panah. Tanpa hitungan rumit — cukup logika "habis dibagi 2 atau tidak".
Waktu: 15 menit. Bonus buat yang cepat: flowchart "beli kopi"-mu disempurnakan sampai lulus checklist yang sama.
Yang dinilai: alur yang bisa dibaca orang lain — dua cabang lengkap, semua jalur pulang ke Selesai. Penggaris boleh miskin, logika harus kaya.
Langsung gambar kotak kerja, lalu apa lalu apa... dan tidak ada tanda mulai maupun selesai.
Obat: ingat ciri ke-5 — algoritma harus berhenti. Mulai dari oval dulu.
Keputusan digambar, tapi cuma ada jalur "Ya". Jalur "Tidak" hilang.
Obat: tanya "kalau jawabannya bukan Ya, programnya gimana?" — wajib dua cabang.
Cabang Tidak digambar setengah jalan — ujungnya melayang, tidak pernah sampai Selesai.
Obat: aturan papan — "setiap garis harus punya tempat pulang ke ( Selesai )".
Setengah bahasa manusia, setengah bahasa mesin — "JIKA x > 0 THEN print()" campur jadi satu.
Obat: pseudocode = bahasa manusia terstruktur. Python-nya baru mulai Sesi 03.
Semua jebakan ini alarm paling murah — menemukan alur salah di kertas cuma butuh hapus pensil; menemukannya di dalam kode minggu depan = cari satu baris di antara ratusan.
Hari ini kamu kenal algoritma & 4 simbol —
minggu depan kamu menguasai keduanya: 5 ciri diuji lebih dalam, pseudocode mandiri, dan 5 simbol lengkap dengan panah alir.
Masih di kertas — tapi standarnya naik: peta yang bisa dibaca siapa pun, bukan cuma kamu.