Ada asisten yang bisa menulis kode dalam 3 detik. Hari ini kamu belajar jadi bosnya — bukan budaknya.
* prompt = perintah teks yang kamu tulis untuk AI · kasus tepi = input di batas aturan: nilai pas 75, nilai negatif, nilai di atas 100.
AI boleh menulis kode.
Pemahaman tidak boleh ikut di-outsource.
Hari ini tanpa internet — hasil AI ditampilkan sebagai teks simulasi di layar. Yang dilatih adalah keterampilannya: menulis prompt, membaca hasil, memverifikasi. Prompt-mu tetap sah dipakai di rumah.
Proyek Mini Project 2 itu bahan latihan kita hari ini — semua contoh AI di sesi ini diambil dari dunia yang barusan kamu tinggali: fungsi nilai, menu, data siswa.
Peta perjalanan: kamu di barisan ke-15 dari 17 — sudah 88% perjalanan!
AI = asisten magang yang baca buku secepat kilat. Kamu minta, dia tulis rapi dalam 3 detik. Tapi magang tetap magang — hasilnya wajib diperiksa bosnya.
Bos yang curiga = developer yang bagus. Mulai hari ini, perlakukan semua kode AI sebagai dugaan, bukan fakta.
"Aku siswa SMA, belajar Python dasar, baru sampai function." — AI menyesuaikan level jawabannya.
"Jawab dengan kode Python, singkat, pakai komentar." — biar nggak dikasih JavaScript atau C++.
"Buat fungsi luas_persegi_panjang(panjang, lebar) yang mengembalikan hasil kali keduanya." — AI tahu persis mau ke mana.
Prompt cuma bilang "buatin kode nilai" — AI bakal nebak: nilai apa? rata-rata? huruf A–E? status lulus? Bisa jadi yang keluar bukan yang kamu mau, padahal kodenya terlihat keren.
Perhatikan satu KBT penuh di layar — lalu Tugas 1 langsung pakai pola ini untuk fungsi pertamamu.
demo_ai.py → Run ▶ luas_persegi_panjang(7, 3) dan tebak dulu hasilnya sebelum Run ▶ Klaim di komentar vs output nyata — dua hal yang wajib selalu kamu cocokkan. Itu inti dari verifikasi.
# Hasil AI (disimulasikan sebagai teks):
def luas_persegi_panjang(panjang, lebar):
# fungsi mengembalikan luas = panjang * lebar
return panjang * lebar
hasil_ai = luas_persegi_panjang(4, 5)
print("Hasil contoh:", hasil_ai)
Waktu: 10 menit. Dari nol jadi fungsi dalam hitungan detik — kalau promptnya jelas. Sekarang bagian bosnya: periksa!
Run ▶ dulu — jangan percaya sebelum kamu lihat sendiri outputnya. Kode yang tidak pernah dijalankan itu belum terbukti apa-apa.
Error = alarm, bukan aib. Baca dari baris teratas: error apa, di baris berapa. Sering salin-tempel kacau — indentasi campur tab-spasi = IndentationError.
Yang paling licik: kode jalan tanpa error tapi jawabannya salah. Satu-satunya obat: uji kasus tepi — nilai pas 75, nilai -10, nilai 150.
Ingat pelajaran Sesi 14: logical error itu jenis error tersulit — tidak ada alarm bunyi. Makanya langkah 3 dilakukan lewat uji, bukan lewat nebak.
# Hasil AI (disimulasikan sebagai teks):
def status_nilai(nilai):
if nilai >= 75:
return "Lulus"
else:
return "Remedial"
print(status_nilai(82)) # Lulus
print(status_nilai(40)) # Remedial
print(status_nilai(75)) # Lulus
Lulus — karena >=. Kalau aturanmu bilang 75 masih remedial, prompt-nya yang diubah, bukan nebak-nebak hasil AI-10 dan 150 → tetap dijawab Remedial/Lulus — AI tidak menambahkan pengecekan karena kamu tidak minta!"delapan puluh" → meledak TypeError — alarm bagus menuju try-except di Final ProjectKesimpulan: AI tidak tahu aturanmu kecuali kamu tulis di prompt — prompt lebih baik minta validasi: 0–100 saja.
tambah_data(), statistik(), atau validasi input nilai Tunjuk ke teman sebangku: mana K-nya? mana B-nya? mana T-nya? Kalau ada yang hilang, prompt-mu bakal bikin AI nebak.
Waktu: 10 menit. PR minggu ini satu sama dengan ini: 1 prompt KBT untuk fitur Final Project-mu — dipakai langsung minggu depan.
Tes sederhana: kamu bisa menjelaskan tiap barisnya ke teman.
Otot coding kayak otot fisik: kalau selalu minta digendong, ototnya tidak tumbuh.
Pertanyaan jujurnya: kalau besok tanpa AI, kamu masih bisa nulis status_nilai sendiri? Harusnya bisa — itu target hari ini. Ukurannya satu: tes paham — tutup laptop, jelaskan kode ke teman tanpa melihat layar.
bug_ai.py → Run ▶ status_nilai(75) — output-nya apa? Harusnya apa? Lulus — lalu jelaskan bug-nya ke teman tanpa melihat layar Semua dari sesi lalu: baca error, uji kasus tepi, cocokkan output dengan aturan di prompt. Ini digabung, bukan dipelajari baru.
def status_nilai(nilai):
if nilai > 75:
return "Lulus"
else:
return "Remedial"
print(status_nilai(75)) # AI klaim: Lulus
Waktu: 10 menit. Kode ini jalan tanpa SyntaxError — bug-nya murni logika. Mentok? Slide ke-12 bongkar jawabannya.
> vs >= — pas 75 jatuh ke sisi salahdef status_nilai(nilai):
if nilai > 75: # 75 masuk sini? TIDAK!
return "Lulus"
else:
return "Remedial"
print(status_nilai(75)) # Remedial - SALAH! harusnya Lulus
# Perbaikan: satu karakter saja
def status_nilai(nilai):
if nilai >= 75: # sekarang 75 = Lulus
return "Lulus"
else:
return "Remedial"
75 pas di batasLulus — klaim ≠ kenyataan, cocokkan selaluMenemukan bug di kode AI bukan bukti AI jelek — itu bukti verifikasimu bekerja. Bos yang curiga = developer yang bagus.
Yang sampai sini dengan usaha sendiri — kamu sudah punya otot verifikasi yang tidak bisa diberikan siapa pun.
# Ctrl+V, Run, "udah selesai"
# ...lalu guru tanya: baris ini buat apa?
# ...diam.
Gejala: kode jalan tapi nggak bisa dijelaskan. Obatnya tes paham: tutup laptop, jelaskan tiap baris ke teman. Belum bisa = belum selesai.
# prompt: "buatin kode nilai"
# AI bingung: nilai apa?
# rata-rata? huruf? lulus?
Gejala: hasil meleset jauh dari maumu padahal terlihat keren. Obat: KBT — Konteks + Bahasa + Tujuan, lengkap.
# "kodenya jalan, berarti bener"
# jalan ≠ benar — logical error
# tidak bunyi alarm apa-apa
Gejala: bug ketemu malam sebelum deadline. Obat: uji kasus tepi — pas batas, nilai aneh, input nakal — sebelum kode dinyatakan selesai.
Satu kalimat penangkal: AI membantu, kamu yang paham. Tiga jebakan di atas semuanya bocor di kata yang sama — "paham".
Semua bekal 15 pertemuan dirangkai jadi satu aplikasi utuh — Pengelola Data: menu + list[dict] + file.
Pilih domainmu minggu ini: Nilai Siswa (default) · Perpustakaan Mini · Kasir Warung · Kontak · Todo-Agenda. Bawa 1 prompt KBT untuk satu fiturnya — PR tadi langsung terpakai.
status_nilai hasil AI ke orang rumah tanpa melihat layar